Posted by Mr Ranxx at 13.59
Read our previous post
Ada-ada
saja yang dilakukan orang untuk mendapatkan sejumlah uang. Salah satunya, Ali
C. Ali adalah seorang perempuan yang berdomisili di New York, dan keahliannya
memeluk. Baginya, memeluk secara "harafiah" adalah bisnis yang sangat
menguntungkan.
Seperti
dilansir oleh New York Daily News, Ali memulai sebuah bisnis kecil yang
membantu para warga New York kesepian dengan memberikan pelukan. Bisnis ini
dinamakan Cuddle U NYC pada bulan November lalu. Ali dikabarkan telah bertemu
dengan 30 klien sampai saat ini. Pertemuan dan bisnis pelukan ini dilakukan di
apartemen Manhattan.
"Ini
adalah sebuah pengalaman yang menenangkan dan menyembuhkan. Selama proses ini,
orang-orang terasa sangat rapuh," ungkap Ali.
Pelukan
hangat ini harus dibayar sebanyak Rp 727.974 ($ 60) untuk 45 menit, dan Rp 970
ribu ($80) untuk 60 menit. Ada juga beberapa paket khusus yang ditawarkan
seperti Rp 2,4 juta ($200) untuk berpelukan sembari menonton film, dan Rp 6
juta ($500) untuk berpelukan semalaman.
Dalam
websitenya, Ali mengungkapkan proses pelukan bisa berlangsung di sofa, lantai,
atau tempat tidur. Untuk menghangatkan suasana, sebuah alunan musik yang
menenangkan akan diputarkan.
"Posisi
pelukan sendok adalah posisi yang populer dan menyenangkan. Aku akan sering
membelai rambut, leher, atau wajah klien. Dan ini akan membuat klien merasa
sangat santai," papar Ali.
Seperti
diungkapkan Ali, ngobrol saat ia "bekerja" boleh saja
dilakukan. Sementara itu ia tak memungkiri kalau seringkali ada gairah seksual
yang terjadi. Hanya saja, kontak seksual ini sangat dilarang selama melakukan
pekerjaan.
"Selama
sesi berpelukan, tujuannya adalah untuk menenangkan, meredakan
emosi, sekaligus
terapi. Hanya saja bukan untuk seks," jelasnya.
Meski
Ali mengklaim dirinya sebagai orang pertama di New York City yang bekerja
sebagai pemeluk profesional, namun ia bukanlah orang satu-satunya di negara itu
yang menghasilkan uang dengan pekerjaan seperti ini.
Pada bulan Desember, USA Today menyatakan bahwa Samantha Hess dari
Portland, Oregon adalah "mesin wanita pemeluk".Sumber : kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar